Abbas Madda, Sosok Kades yang Berhasil Mengantarkan Desa Manyampa dari Desa Tertinggal Menjadi Desa Mandiri
A
Oleh: AFFANDI
Selasa, 28 April 2026
Perayaan HUT Kemerdekaan ke-78 Republik Indonesia tahun 2023, menjadi momentum bersejarah bagi masyarakat Desa Manyampa, Kecamatan Ujungloe, Kabupaten Bulukumba, Sulsel. Desa yang dulunya berstatus Desa Tertinggal kini berhasil menyandang predikat sebagai Desa Mandiri.
Status bagi desa dengan Indeks Pembangunan Desa (IPD) lebih dari 75 dalam skala 1-100 ini dicapai tak semudah membalikkan telapak tangan. Ada proses tak singkat dan kerja keras yang dilakukan berbagai pihak, khususnya pemerintah desa.
Abbas Madda, adalah sosok kepala desa yang berhasil mengantarkan Desa Manyampa dari status Desa Tertinggal kini menjadi Desa Mandiri. Penghargaan Desa Mandiri ini diberikan secara langsung oleh Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf kepada sembilan kepala desa, salah satunya Kepala Desa Manyampa, Abbas Madda, di malam puncak perayaan HUT Kemerdekaan ke-78 Republik Indonesia, Jumat 17 Agustus 2023 lalu.
Kepala desa dua periode ini bercerita, selama 11 tahun ia bersama jajaran dan masyarakat desanya berjuang melepaskan diri dari status desa tertinggal. Program demi program dilakukan dalam upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Desa (IPD) yang di awal-awal pemerintahannya sangat jauh tertinggal dari desa-desa lainnya di Kabupaten Bulukumba.
Menurut pria yang akrab disapa Abbas ini, sebelum ditetapkan sebagai Desa Mandiri, Desa Manyampa menyandang status Indeks Desa Membangun (IDM) Maju.
"Sebelum desa maju, IDM-nya berkembang. Bahkan sebelum saya menjabat sebagai kepala desa status IDM-nya desa tertinggal," terangnya.
Kondisi ini yang mengetuk hati pria kelahiran Mei 1977 tersebut untuk membuat perubahan di tanah kelahirannya. Didorong keinginan kuat dan dukungan keluarga serta masyarakat, Abbas pun memutuskan mencalonkan diri sebagai kepala desa pada Pilkades 2012 silam.
Alhasil, alumnus SPPN Bone ini berhasil meraih suara terbanyak dan secara resmi dilantik sebagai kepala desa pada Desember 2012 silam. Di awal-awal masa kepemimpinannya, banyak persoalan yang dihadapi dan harus segera diselesaikan.
Baca Juga: Dua Balita Bersaudara di Bulukumba Ditemukan Gizi Buruk di Hari Kemerdekaan
Mulai dari persoalan pembangunan infrastruktur, kemiskinan, pendidikan, hingga kesehatan menjadi peehatian utamanya. Bahkan, saat itu Desa Manyampa menyandang predikat sebagai Desa Tertinggal dengan IPD jauh di bawah standar layak.
Namun dengan komitmen dan konsistensinya membawa perubahan, selama lima tahun masa kepemimpinannya, Desa Manyampa mulai menunjukkan perubahan positif. Hingga akhirnya pada 2018, ia kembali dipercaya oleh masyarakat memimpin Desa Manyampa untuk kedua kalinya di periode 2018-2024.
"Alhamdulillah, kerja-kerja iklas dan kerja cerdas bersama jajaran pemerintah desa dan dukungan masyarakat Manyampa, membuahkan hasil yang lebih baik. Tapi bagi saya ini belum cukup, perjuangan masih panjang," ucapnya.
Status bagi desa dengan Indeks Pembangunan Desa (IPD) lebih dari 75 dalam skala 1-100 ini dicapai tak semudah membalikkan telapak tangan. Ada proses tak singkat dan kerja keras yang dilakukan berbagai pihak, khususnya pemerintah desa.
Abbas Madda, adalah sosok kepala desa yang berhasil mengantarkan Desa Manyampa dari status Desa Tertinggal kini menjadi Desa Mandiri. Penghargaan Desa Mandiri ini diberikan secara langsung oleh Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf kepada sembilan kepala desa, salah satunya Kepala Desa Manyampa, Abbas Madda, di malam puncak perayaan HUT Kemerdekaan ke-78 Republik Indonesia, Jumat 17 Agustus 2023 lalu.
Kepala desa dua periode ini bercerita, selama 11 tahun ia bersama jajaran dan masyarakat desanya berjuang melepaskan diri dari status desa tertinggal. Program demi program dilakukan dalam upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Desa (IPD) yang di awal-awal pemerintahannya sangat jauh tertinggal dari desa-desa lainnya di Kabupaten Bulukumba.
Menurut pria yang akrab disapa Abbas ini, sebelum ditetapkan sebagai Desa Mandiri, Desa Manyampa menyandang status Indeks Desa Membangun (IDM) Maju.
"Sebelum desa maju, IDM-nya berkembang. Bahkan sebelum saya menjabat sebagai kepala desa status IDM-nya desa tertinggal," terangnya.
Kondisi ini yang mengetuk hati pria kelahiran Mei 1977 tersebut untuk membuat perubahan di tanah kelahirannya. Didorong keinginan kuat dan dukungan keluarga serta masyarakat, Abbas pun memutuskan mencalonkan diri sebagai kepala desa pada Pilkades 2012 silam.
Alhasil, alumnus SPPN Bone ini berhasil meraih suara terbanyak dan secara resmi dilantik sebagai kepala desa pada Desember 2012 silam. Di awal-awal masa kepemimpinannya, banyak persoalan yang dihadapi dan harus segera diselesaikan.
Baca Juga: Dua Balita Bersaudara di Bulukumba Ditemukan Gizi Buruk di Hari Kemerdekaan
Mulai dari persoalan pembangunan infrastruktur, kemiskinan, pendidikan, hingga kesehatan menjadi peehatian utamanya. Bahkan, saat itu Desa Manyampa menyandang predikat sebagai Desa Tertinggal dengan IPD jauh di bawah standar layak.
Namun dengan komitmen dan konsistensinya membawa perubahan, selama lima tahun masa kepemimpinannya, Desa Manyampa mulai menunjukkan perubahan positif. Hingga akhirnya pada 2018, ia kembali dipercaya oleh masyarakat memimpin Desa Manyampa untuk kedua kalinya di periode 2018-2024.
"Alhamdulillah, kerja-kerja iklas dan kerja cerdas bersama jajaran pemerintah desa dan dukungan masyarakat Manyampa, membuahkan hasil yang lebih baik. Tapi bagi saya ini belum cukup, perjuangan masih panjang," ucapnya.
Komentar
Tinggalkan Tanggapan
Belum ada komentar.